Latest Post

Mike Lynch: Priti Patel approves extradition of Autonomy founder Northern Ethiopia: A record 9 million now need food assistance

Anggota IAVG COVAX dan Guru Besar FKUI, Prof Tjandra Yoga Aditama. Foto: Dok. Pribadi

Kasus COVID-19 di Indonesia bahkan di dunia terus mengalami peningkatan imbas dari varian Omicron. Walaupun kebanyakan kasus mengalami gejala yang ringan, namun tetap perlu diwaspadai agar tidak sampai terjadi kasus kematian.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, penyebaran virus corona di Indonesia harus diwaspadai, khususnya dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) karena varian Omicron tengah menyebar luas dengan cepat.

“Kalau di dunia kita tahu kasusnya sedang meningkat cukup tinggi di banyak negara. Walaupun tadi dibahas sebagian besar kasus ringan, tapi kasus ringan harus dibaca dalam 3 skenario,” kata Tjandra dalam diskusi Polemik Trijaya secara virtual, Sabtu (15/1).

Tjandra mengatakan, dalam skenario yang pertama, mesti dilihat apakah kasus dengan gejala ringan terjadi pada usia produktif atau tidaknya.

Jika kasus terjadi pada lanjut usia (lansia), dia belum dapat memastikan apakah semuanya terjadi gejala ringan atau tidak saat terinfeksi Omicron.

“Kedua, kita tahu juga meskipun sekarang Omicron sudah banyak, secara keseluruhan total kasus COVID kan masih lebih banyak,” jelas eks Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.

Pada skenario yang ketiga, Tjandra mengungkapkan pada masa penyebaran Omicron saat ini, sudah ditemukan adanya kasus kematian yang disebabkan oleh varian tersebut.

Petugas melakukan swab test antigen kepada calon penumpang kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (2/1/2022). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

“Ketiga, pada kenyataannya sudah ada, minimal puluhan orang yang meninggal karena Omicron, banyak yang masuk rumah sakit,” ungkapnya.

Untuk itu, Tjandra kembali mengingatkan meski gejala Omicron ringan, harus tetap diwaspadai agar tidak sampai terjadi kasus kematian.

“Meskipun ringan, di luar negeri bisa bikin penyakit berat dan meninggal. Di Inggris, sampai 31 Desember itu meninggal karena Omicron,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *